CONTOH — SoalJuara
← Semua contoh Lembar Soal Kunci & Pembahasan
IPA Terpadu · Kelas 8 · IPA — SMP · KUNCI JAWABAN
IPA Terpadu · Kelas 8
IPA — SMP · KUNCI JAWABAN
Pengajar: Contoh · SoalJuara
KUNCI RINGKAS   1) B · 2) B · 3) A · 4) C · 5) A · 6) C · 7) C · 8) A
Kisi-kisi
NoSubtopikKesulitanTipe
1 Enzim ptialin (amilase saliva) di mulut mudah pg
2 Enzim pepsin di lambung mudah pg
3 Enzim lipase pankreas sedang pg
4 Enzim tripsin di usus halus sedang pg
5 Urutan organ sistem pencernaan sedang pg
6 Gangguan pencernaan (gastritis) - analisis kasus sulit pg
7 Zat aditif alami vs sintetis (pewarna) sedang pg
8 Zat aditif pada label kemasan - analisis fungsi sulit pg
1. Jawaban: B
  1. Kelenjar ludah menghasilkan enzim ptialin (amilase saliva).
  2. Ptialin bekerja di mulut mengubah amilum (pati) menjadi maltosa.
  3. Inilah sebabnya nasi yang dikunyah lama terasa manis.
Jebakan umum: Siswa sering keliru menyebut pepsin sebagai enzim di mulut, padahal pepsin bekerja di lambung untuk protein.
2. Jawaban: B
  1. Pepsinogen diaktifkan oleh HCl menjadi pepsin.
  2. Pepsin berfungsi memecah protein menjadi molekul yang lebih sederhana yaitu pepton.
  3. Proses pemecahan protein menjadi asam amino sepenuhnya baru terjadi di usus halus oleh tripsin.
Jebakan umum: Siswa sering menganggap pepsin langsung menghasilkan asam amino, padahal hasilnya masih berupa pepton.
3. Jawaban: A
  1. Empedu mengemulsikan lemak menjadi butiran kecil (bukan mencerna secara kimiawi).
  2. Lipase pankreas kemudian mencerna lemak yang telah diemulsikan menjadi asam lemak dan gliserol.
  3. Proses ini terjadi di usus halus (duodenum).
Jebakan umum: Siswa sering mengira empedu sendiri yang mencerna lemak secara kimiawi, padahal empedu hanya mengemulsikan.
4. Jawaban: C
  1. Tripsin dihasilkan pankreas dan bekerja di usus halus.
  2. Tripsin melanjutkan pencernaan protein dengan mengubah pepton (hasil kerja pepsin) menjadi asam amino.
  3. Tripsin tidak bekerja langsung pada protein utuh maupun mengaktifkan pepsinogen (itu tugas HCl).
Jebakan umum: Siswa sering mengira tripsin mengubah protein secara langsung menjadi pepton, padahal itu tugas pepsin di lambung.
5. Jawaban: A
  1. Urutan sistem pencernaan manusia: mulut (5) → kerongkongan (4) → lambung (2) → usus halus (3) → usus besar (1).
  2. Sehingga urutan yang benar adalah 5-4-2-3-1.
  3. Urutan lain menukar posisi lambung dan usus halus atau kerongkongan sehingga salah.
Jebakan umum: Siswa sering tertukar urutan lambung dan usus halus karena keduanya sama-sama tempat pencernaan kimiawi utama.
6. Jawaban: C
  1. Gejala nyeri/perih di ulu hati saat perut kosong dalam waktu lama merupakan ciri khas gastritis (maag).
  2. Penyebabnya adalah produksi asam lambung (HCl) yang berlebih saat tidak ada makanan untuk dinetralkan, sehingga mengiritasi dinding lambung.
  3. Gejala ini berbeda dengan diare, konstipasi, apendisitis, maupun hepatitis yang memiliki gejala khas lain.
Jebakan umum: Siswa sering menyamakan semua gangguan perut dengan diare, padahal gejala perih di ulu hati saat lapar adalah ciri khas gastritis.
7. Jawaban: C
  1. Daun suji merupakan sumber pewarna alami karena berasal langsung dari tumbuhan.
  2. Tartrazin adalah pewarna sintetis (buatan) hasil sintesis kimia, meskipun diizinkan digunakan dalam batas tertentu.
  3. Keduanya tetap tergolong zat aditif makanan karena berfungsi memberi warna pada makanan.
Jebakan umum: Siswa sering menganggap semua pewarna yang dijual di toko pasti alami, padahal banyak yang merupakan zat sintetis seperti tartrazin.
8. Jawaban: A
  1. Natrium benzoat adalah zat aditif yang berfungsi sebagai pengawet untuk mencegah pertumbuhan mikroba.
  2. Aspartam adalah zat aditif yang berfungsi sebagai pemanis buatan rendah kalori.
  3. Tartrazin berfungsi sebagai pewarna sintetis, bukan penyedap atau pemanis, sehingga opsi lain salah.
Jebakan umum: Siswa sering menukar fungsi zat aditif hanya berdasarkan nama yang terdengar mirip tanpa memahami fungsi kimiawinya masing-masing.